• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Pertemuan ke 8, BNPB Kembali Lanjutkan Program IDRIP Tentang Persiapan Penyusunan Kajian Bencana di Desa Jayanti

    Rabu, 11/08/2023 09:02:00 PM WIB Last Updated 2023-11-08T14:18:34Z
    masukkan script iklan disini


    SUKABUMI, Jelajahhukum.id _ BNPB kembali melanjutkan program IDRIP di Desa Jayanti, dimana pertemuan tersebut memasuki pertemuan ke 8 tentang Persiapan Penyusunan Kajian Bencana di Desa Jayanti. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Rabu (08/11/2023).


    Acara dihadiri oleh Tim RMC wilayah Jawa Barat BNPB bersama dengan World Bank dan juga IDRIP, Fasda, Fasdes, Kepala Desa beserta Staf Desa, BPD, Ketua LPM kemudian kader posyandu, kader PKK, para ketua RT/Rw serta yang tergabung didalam group personil Destana Desa Jayanti.


    Wakil kordinator Bidang Pemberdayaan Provinsi Jawa Barat IDRIP BNPB, Adi Nurwansyah mengatakan, jadi kegiatan hari ini yaitu persiapan penyusunan kajian bencana. Nanti akhirnya itu finalisasi kajian resiko bencana, jadi diharapkan masyarakat itu dapat mengenali atau mengidentifikasi ancaman-ancaman apa saja yang ada di bencana itu, lalu nanti masyarakat juga harus mengetahui kerentanan-kerentanan yang ada di desa, sama yang terakhir harus tau juga kapasitas-kapasitas apa saja yang ada di desa.


    "Ujungnya nanti kita akan membuat peta kajian resiko bencana nya. Nanti kita akan membuat skoring, seberapa parah tingkat bencana atau tingkat resiko yang terjadi di Desa Jayanti," ungkap Adi.


    Kalau untuk ancaman dan resiko nya sendiri, lanjut Adi, itu sekarang kita fokusnya ke Tsunami dulu. Kalau kedepannya dikembangkan untuk melihat ancaman-ancaman yang lain atau potensi bencana yang ada di desa jayanti bisa juga dibuat sesuai template atau laporan yang ada seperti yang kita laksanakan hari ini.


    "Jadi untuk pembagian kelompok ini untuk mempermudah pada saat kita menyusun laporan kajian resiko bencana nya. Jadi mulai dari inventarisasi atau identifikasi bencananya sampai dengan peta nya, jadi nanti ada beberapa komponen dari dokumen-dokumen yang akan kita susun, jadi kita bagi 5 kelompok," terangnya.


    Adi pun berharap, masyarakat itu mengetahui ancaman-ancaman apa saja, lalu masyarakat juga bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk pengurangan resiko-resiko bencana kedepan nya.


    "Jadi diharapkan masyarakat sadar dan tau identifikasi dari ancaman yang ada di Desa Jayanti," harapnya.



    Sementara itu, Kepala Desa Jayanti Nandang,S.Ag menyampaikan bahwa hari ini sebagaimana jadwal rutin yang telah di informasikan ini adalah pertemuan ke 8, tema dan materi kita dalam pertemuan ini adalah tentang rencana persiapan penyusunan kajian resiko bencana.


    "Hari ini kita beramsumsi kan dan disuguhi dengan materi bagaimana caranya kita merencanakan sebuah penyusunan dalam kajian resiko bencana. Membaca, melihat, menela'ah, mengamati, menganalisis, terhadap resiko-resiko bencana yang mungkin itu akan terjadi," ujar Nandang.


    Oleh karena nya, masih kata Nandang, setiap materi yang diberikan oleh narasumber dari Tim BPBD dan lain sebagainya, hasil diskusi dan sebagianya, mudah-mudahan ini bisa dicermati dengan seksama oleh seluruh personil tim destana.


    "Harapan kami tidak lebih mudah-mudahan kedepan nya seperti yang sering saya sampaikan, personil tim destana desa jayanti ini mampu menganalisa, mengamati, mencermati, kemudian membaca resiko-resiko apa saja sih yang kemungkinan nanti akan timbul. Sehingga mereka nanti akan mengatasinya," pungkasnya.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini