• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Galian Tanah Proyek Jembatan Cibareno Diduga Bahayakan Pengendara, Warga Sebut Kontraktor Tak Becus

    Sabtu, 6/08/2024 12:36:00 PM WIB Last Updated 2024-06-08T05:48:07Z
    masukkan script iklan disini


    Jelajahhukum.id|LEBAK - Proyek pembangunan jembatan di Kampung Cibareno Desa Cibareno, Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak-Banten tengah jadi sorotan. Kontraktor proyek jembatan jalan Nasional III di Cibareno, yang dikerjakan oleh PT. Galih Medan Persada itu dianggap tidak becus oleh warga.


    Pasalnya, galian tanah proyek jembatan jalan Nasional III di Cibareno tersebut berceceran ke jalan. Ceceran tanah di jalan itu saat terkena hujan menjadi licin, sehingga membahayakan pengendara jalan terutama kendaraan roda dua serta papan nama informasi pun tak nampak dilokasi.


    Salah satu pengguna jalan AS (40) warga Kampung Batununggul mengatakan, ia bersama warga lainnya terutama pengendara roda dua mengeluh, karena pekerjaan jembatan Cibareno bekas galian tanah di tengah jalan masuk ke kampung tidak di bersihkan, Sabtu (8/6/2024).


    "Ya pak (kepada wartawan_red) akibat galian tanah proyek jembatan tidak segera dibersihkan jalan jadi kotor, ditambah saat hujan turun mengakibatkan jalan menuju Kampung Batununggul begitu juga sebaliknya menjadi sangat licin untuk di lalui warga yang mengendarai roda dua khususnya," ucapnya.


    AS meminta kepada pihak kontraktor agar secepatnya membersihkan tanah tersebut dan menyikapi keluhan warga, sebelum ada korban akibat jalan licin.


    "Sekarang ini para pengguna jalan khususnya roda dua menjadi khawatir terjatuh saat melintasi sepanjang jalan tersebut, maka dari itu saya minta kepada pekerja agar segera membenahi bekas galian tanah, sebelum jatuh korban akibat jalan licin," ujarnya.



    Hal Senada pun diungkapkan, warga Kampung Batununggul lainnya yang tidak mau disebutkan namanya, Ia mengaku sangat kecewa kepada kontraktor proyek jembatan yang tidak menjaga dampak dari pekerjaannya.


    "Kasihan kan warga, bahkan anak-anak yang mau sekolah mereka jadi kotor, karena tanah  dan lumpur yang berceceran di jalan," ungkapnya.


    Ketika berita ini diterbitkan, pihak pelaksana PT Galih Medan Persada belum dapat dikonfrmasi


    (MY)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini