• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Para Saksi di Mintai Keterangan oleh Unit PPA Polres Sukabumi Terkait Kasus Penganiayaan yang Dilakukan oleh Oknum Guru Olahraga SD

    Kamis, 6/06/2024 04:13:00 PM WIB Last Updated 2024-06-06T09:44:19Z
    masukkan script iklan disini


    Jelajahhukum.id|SUKABUMI - Kasus oknum guru olahraga SD di Palabuhanratu yang mencekik muridnya sendiri memasuki babak baru, dimana pada hari ini para saksi yang meliputi kepala sekolah, para guru dan kerabat korban juga termasuk korban (MPI) yang didampingi orang tuanya di panggil oleh unit PPA Polres Sukabumi untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut, Kamis (06/06/2024).


    Kepala Sekolah SDN Batusapi U.Sehabudin saat diwawancarai awak media mengatakan saya sebagai kepala sekolah datang kesini itu betul memberikan keterangan sebagai saksi.


    "Tadi banyak pertanyaannya, ya terkait dengan masalah kasus yang terjadi pada oknum guru, namanya TD (inisial_red) terus mengenai administrasi keberadaan guru di batu sapi," ucapnya.


    U.Sehabudin pun menjelaskan bahwa guru tersebut semasa saya sebagai kepala sekolah yang baru hanya baru 2 bulan, berarti belum mengenal baik-baik dan betul guru itu dalam pengawasan.


    "Iya pengawasan kepada guru tersebut selama baru sebulan ini," ujarnya.


    U.Sehabudin pun menerangkan bahwa pengawasan ini bukan berdasarkan laporan, karena belum pernah ada laporan hal-hal yang negatif.


    "Adapun status guru tersebut di dalam Dapodik masih di SDN Cibodas, karena di sekolah kami pada kepala sekolah lama gak ada guru olahraga, makanya dibutuhkan untuk di Sekolah di SDN Batusapi," terang U.Sehabudin


    (Caption: Kepala SDN Batusapi Desa Cibodas, U.Sehabudin saat diwawancarai awak media di Mapolres Sukabumi)


    Saat kejadian dugaan penganiayaan oleh oknum guru tersebut di lingkungan sekolah, masih kata U.Sehabudin, bahwa itu langsung direspon.


    "Iya kami langsung merespon, memanggil guru tersebut kemudian memberikan pembinaan, kemudian sebelum itu saya fokus kepada anak yang jadi korban. Fokus diobati, kemudian dipanggilkan guru tersebut langsung saya beri binaan lalu diberi arahan dan sebagainya. Kemudian saya merapatkan dengan rekan-rekan guru setelah itu sowan kepihak keluarga korban minta maaf, silaturahim kemudian terjadilah islah di situ," jelas Kepala Sekolah SDN Batusapi.


    Awak media pun kembali menanyakan kepada Kepala Sekolah, kalau memang islah kenapa ada laporan polisi?


    "Ya, mungkin karena si anak pada waktu itu tidak dihadirkan, muncul lah seperti ini (laporan polisi), karena anaknya dibawa sama ibunya. Memang waktu keterangan katanya di sini (sekolah_red) dicekik.


    Perasaan U.Sehabudin pun sangat memperhatikan atas kejadian ini, karena sekarang kan sekolah masih di gembar-gembor  untuk merdeka belajar.


    "Kemudian kurikulum Merdeka, jadi saya merasa prihatin dengan kejadian guru tersebut untuk memajukan SDN Batusapi," terangnya.


    U.Sehabudin pun akan menyerahkan semuanya kepada kepolisian Polres Sukabumi dan akan mengikuti prosesnya.


    "Ya saya mungkin mengikuti alur saja, sesuai alur kepolisian. Yang penting ada keputusan yang baiklah untuk selanjutnya," kata U.Sehabudin.



    Sementara itu orang tua MPI (korban penganiayaan oleh oknun guru olahraga SD), Jajat Sudrajat kembali menegaskan bahwa pelaku agar segera diproses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


    "Saya harapkan kepada kepolisian Polres Sukabumi agar pelaku ini segera ditangkap, supaya tidak terjadi lagi kejadian hal yang serupa yang dialami anak saya. Intinya pelaku ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya.


    (*one)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini