• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    BNPB Lanjutkan Program IDRIP, Pelaksanaan Penilaian Ketangguhan Bencana Akhir di Desa Jayanti

    Jumat, 6/07/2024 05:47:00 PM WIB Last Updated 2024-06-07T11:24:46Z
    masukkan script iklan disini


    Jelajahhukum.id|SUKABUMI - BNPB kembali melanjutkan program IDRIP di Desa Jayanti, kali ini membahas tentang pelaksanaan Penilaian Ketangguhan Bencana Desa/Kelurahan (PKD) Akhir, menjelang 2 kali pertemuan terakhir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jum'at (07/06/2024).


    Acara dihadiri oleh Tim RMC wilayah Jawa Barat BNPB bersama dengan World Bank dan juga IDRIP, Fasda, Fasdes, Kepala Desa beserta Staf Desa, Ketua BPD, Ketua LPM kemudian kader posyandu, kader PKK, para ketua RT/Rw serta yang tergabung didalam group personil Destana Desa Jayanti.


    Wakil Kordinator Bidang Pemberdayaan Provinsi Jawa Barat IDRIP BNPB, Adi Nurwansyah saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa kegiatan hari ini adalah lanjutan dari PKD dari awal sebelumnya.


    "Sebelum melakukan fasilitasi kita menilai bagaimana ketangguhan Desa Jayanti, yang dari awal Desa Jayanti tingkat ketangguhannya Pratama, diharapkan di PKD Akhir ini bisa naik minimal ke Madya," ucapnya.


    Disini kita bagi 5 kelompok, lanjut Adi, supaya kita memudahkan. Karena isi nya ada 5 komponen yang harus kita jawab, jadi komponen satu tentang layanan dasar, kedua tentang penanggulangan bencana, ke tiga pencegahan mitigasi bencana, ke empat tentang kesiapsiagaan darurat, kelima tentang paska bencananya.


    "Harapannya dari PKD menghasilkan rekomendasi yang sudah dihasilkan, jadi dari PKD itu diharapkan bisa dijalankan oleh pemerintah desa dan masyarakat nya. Dimana nanti bisa dipertahankan ketangguhan desanya, kalau bisa ditingkatkan lagi karena bisa memungkinkan bisa ditingkatkan," ujarnya.


    Adi pun menerangkan kalau dari Desa Jayanti sendiri mendapatkan informasi terakhir memang terakhir pada saat penyusunan APBDes dana kebencanaan itu sudah ditingkatkan dan sudah disesuaikan apa yang sudah dihasilkan kemaren.


    "Mudah-mudahan itu semua bisa terealisasikan dan meningkatkan Uerlis atau kesiapsiagaan di Desa Jayanti," jelasnya.


    Sementara itu Kepala Desa Jayanti, Nandang,S.Ag mengatakan alhmdulilah kita hari ini melanjutkan sosialisasi lanjutan, dimana hari ini kita membahas PKD (Penilaian Akhir Bencana Desa)


    "Saya berharap sosialisasi tersebut menjadi bahan kita bahwa ketika suatu saat bencana itu ada, kita sudah tau apa yang harus kita lakukan," tutur Nandang.


    Ada hal yang lain yang harus Tim Relawan Destana ketahui, pertama penyakit DBD untuk wilayah Kecamatan Palabuhanratu, diharapkan warga agar menjaga kebersihan dilingkungan sekitar.


    "Oleh karenanya sampaikan kepada warga oleh Tim Destana, supaya warga masyarakat Desa Jayanti dapat menjaga kebersihan untuk menjaga lingkungan sekitar, agar kita dapat mencegah DBD," tegas Nandang.



    Selain DBD, kita juga memberitahukan terkait penangulangan stunting, karena stunting menjadi isu nasional, dimana pemerintah mencanangkan intervensi serentak.


    "Desa Jayanti pernah jadi desa paling tinggi stuntingnya di tahun 2022, yang awalnya 9 orang lalu turun jadi 6 orang, sekarang jadi 12 orang. Hal ini akan di verifikasi nanti siang ketika melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting, arena dikhawatirkan ada salah dalam hal pelaksanaan di posyandu," pungkasnya.


    (*one)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini