• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Pertemuan ke 3 Lanjutkan Program IDRIP, BNPB Verifikasi Data Penilaian Ketangguhan Bencana Desa Jayanti

    Sabtu, 10/07/2023 07:14:00 PM WIB Last Updated 2023-10-07T12:16:51Z
    masukkan script iklan disini


    SUKABUMI, Jelajahhukum.id - BNPB kembali melanjutkan program IDRIP di Desa Jayanti, dimana pertemuan tersebut memasuki pertemuan ke 3 tentang Verifikasi Data Penilaian Ketangguhan Desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pantai wisata Batu Bintang Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Sabtu (07/10/2023).


    Acara dihadiri oleh Tim RMC wilayah Jawa Barat BNPB bersama dengan World Bank dan juga IDRIP, BPBD Kabupaten Sukabumi, Fasda, Fasdes, Kepala Desa beserta Staf Desa, Babinsa, Ketua BPD, Ketua LPM kemudian kader posyandu, kader PKK, para ketua RT/Rw serta yang tergabung didalam group personil Destana Desa Jayanti.


    Kepala Desa Jayanti Nandang,S.Ag mengatakan, hari ini pemerintah Desa Jayanti bekerjasama dengan Tim IDRIP serta BNPB Kabupaten Sukabumi yang di pandu oleh Fasda (Fasilitator Daerah) dan juga Fasdes (Fasilitator Desa) melaksanakan kegiatan lanjutan dalam rangka Desa Tangguh Bencana (Destana).


    "Dimana setelah beberapa kali kita melaksanakan kegiatan dikantor desa, maka hari ini kita mencoba nuansa baru dan situasi yang baru sambil mengetahui serta melihat langsung supaya lebih dekat dan memahami tentang kebencanaan, terutama tentang gempa dan tsunami," tuturnya.



    Adapun yang dibahas hari ini, lanjut Nandang, yaitu lanjutan daripada Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) terkait kategori, masuk kedalam kategori mana sebetulnya kesiapsiagaan ketangguhan bencana desa jayanti ini, dimana klasifikasi Destana itu ada 3, ada Pratama, Madya dan juga Utama.


    "Kemarin setelah melihat hasil kuissioner yang di isi oleh 5 kelompok, informasi yang saya dapat bahwa Desa Jayanti masuk kedalam kategori Destana Madya, artinya pertengahan," ungkapnya.


    Mudah-mudahan, masih kata Nandang, meskipun di awal-awal penilaian Jayanti masih dalam kategori Destana yang Madya, tetapi tidak menyurutkan personel Destana ini untuk tetap terus mengasah diri dan menimba ilmu tentang kebencanaan, baik itu mitigasi maupun pencegahannya.


    "Mudah-mudahan dengan beberapa kegiatan lanjutan yang terus dilakukan Destana di Desa Jayanti ini terus bisa meningkatkan pengetahuan, pemahaman para personil yang tergabung di group Destana menjadi Tim personil yang tangguh," jelasnya.



    Nandang pun menyampaikan, agar di setiap rumah para ketua RT khususnya yang berada di ke RW'n 06 dan juga ke RW'an 05, dimana ke 2 RW tersebut merupakan yang terdepan yang berada di garis pantai Samudera Hindia meskipun kita dibatasi dengan teluk.


    "Para Ketua RT kita wajibkan untuk membuat dan menggantungkan pentungan di depan rumah ketua RT masing-masing, sebagai antisipasi awal atau kesiapsagaan awal, meskipun itu secara manual. Diharapkan ini menjadi sebuah penyemangat buat kita semuanya dalam rangka menghadapi Destana (Desa Tangguh Bencana)," ucapnya.


    Sementara itu, Perwakilan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara menjelaskan bahwa pada kegiatan hari ini masyarakat telah mengumpulkan beberapa bukti verifikasi terkait penilaian PKD.


    "Bukti-bukti tersebut didapatkan berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan masyarakat yang telah dibagi kelompok kemarin," ujarnya.



    Hasil pengumpulan data dan verifikasi ini, Agung Koswara pun memaparkan bahwa kedepannya akan menjadi bahan bagi masyarakat untuk data dasar penentuan rekomendasi aksi dalam meningkatkan ketangguhan Desa Jayanti.


    "Semoga apa yang telah dihasilkan hari ini bermanfaat dan membuat kegiatan Tahapan Destana kedepannya menjadi lebih baik lagi," pungkas Agung Koswara.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini