• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Sukabumi Terdampak Kekeringan, Ini Kata Kadistan!!

    Jumat, 10/06/2023 10:48:00 PM WIB Last Updated 2023-10-06T15:49:30Z
    masukkan script iklan disini


    SUKABUMI, Jelajahhukum.id _ Dampak kekeringan sampai saat ini terus bergulir. Namun begitu ada yang memang betul-betul berdampak luar biasa, ada juga yang berdampak biasa. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, Hastuty Harahap.


    Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat sekitar ribuan hektare lahan pertanian masyarakat terdampak kekeringan, Senin (02/10/2023).


    "Kalau gak salah kami datanya 6.400 hektare (lahan pertanian masyarakat terdampak kekeringan) kalau gak salah. Kita sudah usulkan ada penanganan pasca pertanaman itu," kata Hastuty, belum lama ini.


    Menurut Hastuty ada yang memang disebut berdampak, ada yang beresiko berdampak, ada juga yang sudah memang terkena kekeringan.


    "Kalau puso belum ada, ada beberapa mungkin bukan tanaman pangan catatan kita 10 hektare, kalau gak salah kacang hijau, tapi untuk puso sama sekali yang memang betul betul belum ada," ujarnya.


    Kemudian yang beresiko banyak, lanjut Hastuty, terutama untuk yang biasa menanam 3 ton untuk 4 kali tanam hari ini, karena kondisi panas dan mengalami kekering paling bisa para petani menanam 1 sampai 2 kali tanam pangan padi.


    "Kebanyakan bukan sawah irigasi, sebetulnya banyak sawah tadah hujan," jelasnya.


    Hastuty mengaku berbagai upaya terus dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi. Salah satunya memberikan sosialisasi kepada seluruh kelompok tani bahwa sekarang kondisinya seperti ini, mereka harus sudah memahami untuk tidak menanam ketika airnya tidak ada, karena pasti akan gagal panen.


    "Kita sarankan juga untuk konservasi air mencoba untuk membuat sumur irigasi dangkal, kemudian mereka kita sarankan untuk menanam varietas untuk yang berbahan kering. Nah, biasanya banyak hama, juga kita sarankan untuk antisipasi," terangnya.


    Di sisi lain yang paling penting, tambah Hastuty meminta para petani sangat tidak sarankan saat membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada lahan huma yang saat ini kondisinya kering, pasalnya masih ditemukan para petani membuka lahan dengan membakar.


    "Ini yang sangat terjadi banyak, pembukaan kebon lahan kering dengan cara dibakar dengan biasa konvensional dilakukan. Maka kebakaran dimana mana, nah ini yang kita tidak sarankan," tandasnya.


    (*red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini