• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    84 Kades di Kabupaten Sukabumi Ikuti Bimtek Untuk Peningkatan Kapasitas Kepala Desa

    Rabu, 11/29/2023 07:16:00 AM WIB Last Updated 2023-11-29T02:18:44Z
    masukkan script iklan disini


    SUKABUMI, Jelajahhukum.id - Puluhan Kepala Desa se-Kabupaten Sukabumi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek), meningkatkan kualitas kepemimpinan yang handal dan profesional serta optimaliaasi peran dan tugas kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Ballroom Grand Inna Samudera Beach Hotel Palabuhanratu, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/11/2023).


    Acara yang diinisiasi oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami, dan dihadiri oleh Inspektur Inspektorat, Kadis PMD, DPTR serta undangan lainnya. 


    Bimtek peningkatan kapasitas Kepala Desa 2023 mengusung tema "meningkatkan kualitas kepemimpinan yang handal dan profesional serta optimalisasi peran dan tugas kepala desa dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa".


    Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami menyatakan, Kepala Desa memiliki peran yang sangat strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan desa, terutama dalam mengakomodir harapan masyarakat serta menyelaraskan pembangunan sesuai dengan RPJMD Kab. Sukabumi 2021-2026.


    "Berdasarkan tema tersebut, kepala desa didorong untuk bisa lebih memahami terkait tugas dan fungsinya. Mengingat, kades memiliki peran yang sangat strategis," ucapnya.


    Bupati menegaskan, kepala desa yang mengikuti Bimtek dituntut untuk mampu menjadi manager yang cerdas dalam pengelolaan desa dan membangun sumber daya manusia yang unggul, agar dapat menjadikan desa maju dan mandiri.

     


    "Membangun desa bukan hanya sekadar bermimpi, tetapi mimpi itu harus direalisasikan melalui program yang realistis," imbuhnya. 


    H Marwan menuturkan, pengelolaan Anggaran Desa (AD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang nilainya cukup besar mesti dikelola secara baik, dengan menerapkan pola PDCA yakni, Plan (rencanakan), Do it (kerjakan), Check (cek), dan Act (tindak lanjuti).


    "Implementasi proses yang dikerjakan jangan sampai keluar dari batas kewenangan. Laksanakan sesuai aturan dengan menerapkan pola PDCA itu tadi," imbuhnya. 


    Dirinya berharap, kepala desa bisa bergerak bersama-sama untuk membangun kemajuan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.


    Sementara itu, Ketua Parade Nusantara, Aung M Madjanan menjelaskan, kami sebagai organisasi, pertama sebelum bimtek kita mengadakan musyawarah untuk mufakat. Kita kumpulkan tiap DPK kecamatan untuk membentuk BKAD, dari itu akhirnya kita sepakat musyawarah dan tolong dicatat BKAD ini dibentuk dari tahun 2020, maka dari itu parade selalu komit dengan program-program untuk menuju masa depan yang lebih ceria dan perlu komitmen. Saya ingin bersahabat dengan wartawan atau jurnalis dan lain sebagai nya,


    "Jadi hari ini kita Bimtek, serta kita komunikasi  dengan APH, dengan DPMD serta Kejaksaan langsung. Setelah semua rapi langsung kita menuju ke pendopo kepada pak bupati kita izin. Parade Nusantara dengan jajaran jampang PKP nya kita mau bintek, dan hasilnya seperti ini hari ini terlaksana dengan izin Allah tadi pak Bupati langsung membuka acara hari ini," jelas Jaro Aung sapaan akrabnya.



    Untuk anggota parade itu sendiri, masih kata Jaro Aung, semua anggota kami ada 150 anggota, cuman tidak semua anggota yang menganggarkan, Contoh kecamatan Cisolok dan Cikakak, ada 11 anggota kami yang tidak menganggarkan, untuk yang hadir hari ini kurang lebih 84 Kepala desa yang ada di kabupaten sukabumi dengan acara 3 hari 2 malam.


    "Mohon doanya parade tidak kemana-mana tapi ada di mana mana. Insya Allah, Persatuan Rakyat Desa Nusantara menyatu hati satu jiwa," tegasnya.


    Di tempat yang sama, Herry Kurniawan sebagai Kepala BKAD Kabupaten Sukabumi menambahkan, sebelum kita melakukan kegiatan ini kita berkoordinasi dengan seluruh jajaran, termasuk kita menganggarkan sesuai dengan proposal pengajuan, yang kita anggarkan kali ini yaitu kurang lebih Rp 4 juta itu dari anggaran Desa dan memang kita lakukan itu kurang lebih 3 hari 2 malam Sesuai dengan schedule yang kita buat dalam proposal dan kita menyesuaikan sesuai dengan aturan yang ada.


    "Dalam artian kalau memang hari ini kita memakai narasumber dari eslon 2, kita sesuai dengan eslon 2 terus yang lain lain pun kita sesuaikan, dan kalau hari ini ada bahasa cashback, bahwa cashback itu tidak ada, tapi yang pasti setiap peserta itu berangkat dari sana itu memakai kendaraan kita ganti transport itu memang dari anggaran sesuai yang kita buat dalam proposal, hal itu kita buat dan kita soundingkan juga kepala DPMPD yang nantinya sesuai dengan standar dari Kabupaten Sukabumi," ungkapnya.



    Adapun tujuan diadakannya Bimtek ini, Herry pun memaparkan bahwa tujuannya kita untuk meningkatkan kualitas, termasuk juga untuk pengetahuan kepala desa, karena kepala Desa juga ada sebagian kepala desa yang baru dilantik, kalau baru dilantik itu biar lebih faham berkaitan dengan regulasi desa. Kalau memang sudah paham dia sudah lebih mengerti karena hari ini tidak semua kepala desa itu sudah 3 tahun dia bisa paham, belum tentu. Karena memang hari ini kita sistemnya beda dengan tahun-tahun yang sebelumnya.


    "Untuk periode-periode yang sebelumnya kita tidak pakai sistem, karena Sekdes itu  perangkat, itu rata-rata dia sarjana dan dia harus lebih lebih pintar IT nya. Kepala desa hari ini dia juga harus tahu, Jadi jangan sampai kepala desa tidak paham dan nantinya pun akan kembali kepada kepala desa itu sendiri, jadi hari ini kepada desa kita berikan pemahaman dengan bintek ini agar nanti hasilnya pun bisa lebih baik untuk kepala desa, jangan sampai kepala desa memimpin dan dia salah, karena dia tidak tahu," tutupnya.


    (*One)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini