• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Pertemuan ke 10, BNPB Lanjutkan Program IDRIP Tentang Penyusunan Dokumen Kajian Resiko Bencana di Desa Jayanti

    Sabtu, 11/18/2023 12:55:00 PM WIB Last Updated 2023-11-18T05:56:09Z
    masukkan script iklan disini


    SUKABUMI, Jelajahhukum.id _ BNPB kembali lanjutkan program IDRIP di Desa jayanti, seperti yang kita ketahui pertemuan tersebut memasuki tahap ke 10, yang dimana program sosialisasi IDRIP ini sendiri bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pendampingan kepada masyarakat serta pemerintah daerah. Agar bisa menjadi bekal untuk menyusun program kesiap siagaan daerah dan memperkuat kewaspadaan masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/11/2023).


    Kepala Desa Jayanti Nandang S.Ag mengatakan, terima kasih Tim dari Fasda, hari ini di jayanti menindaklanjuti dan melanjutkan kegiatan sosialisasi tentang kebencanaan mitigasi bencana sebagaimana tema yang tertuang di dalam spanduk tadi.


    "Hari ini lebih kepada penyusunan dokumen, tadi sudah dilihat bahwa dari masing-masing kelompok dan semua kelompok sudah menyusun dan merekomendasikan beberapa hal yang memang harus di disiapkan dan dituangkan di dalam dokumen itu," ucap Nandang.


    Sebagaimana dokumen yang dipandu oleh tim dari Fasda, lanjut Nandang, Setelah rekomendasi itu dibuat dan diusulkan oleh masing masing kelompok, kemudian tadi sudah tersusun rapi di dalam sebuah dokumen.


    "Kedepannya Insya Allah Desa Jayanti sudah punya dalam tanda kutip SOP ketika menghadapi kebencanaan, sekali lagi kami dari pemerintah Desa Jayanti mengucapkan terima kasih kepada tim BPBD dan juga IDRIP World Bank yang memfasilitasi kami dan memberikan ilmu serta pengetahuan kepada warga melalui para personil Destana," terangnya.



    Hari ini alhamdulillah lengkap sekali kegiatan di Desa Jayanti, dihadiri oleh para ketua lembaga desa, karang taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas juga hadir kemudian PKK juga hadir. 


    "Selanjutnya sebagaimana rekomendasi yang tadi disampaikan oleh kelompok, ada rekomendasi yang menyangkut tentang kebijakan gimana kebijakan itu harus disikapi oleh pemerintah desa," jelasnya


    Maka pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa bersama-sama dengan BPBD sudah menyiapkan anggaran di tahun 2024 khusus untuk penanganan resiko kebencanaan, dan itu sudah tertuang di dalam APBD kita bersama-sama disepakati Antara Kepala Desa dengan BPBD Desa Jayanti.


    "Insya Allah di tahun 2024 dalam rangka mendukung dan mensupport tentang Destana, kegiatan BNPB dan BPBD dari Pemerintah Desa Jayanti sudah menganggarkan dalam APBDes Untuk dituangkan dan itu akan dilaksanakan di tahun 2024 tentang mitigasi kebencanaan," ujarnya.


    Ditempat yang sama, Kania Purwanti Selaku Fasilitator Daerah (FASDA) menjelaskan, saya sangat berapresiasi sekali khususnya di desa jayanti, karena setiap kegiatan yang kami laksanakan dari program IDRIP ini sudah beberapa kali pasti ada banyak bantuan dari pihak kepala desa, dan staf-stafnya membantu untuk kesuksesan acara yang kami laksanakan ini.


    "Karena ada beberapa tahapan yang harus kami selesaikan mengenai tentang kebencanaan, khususnya kebencanaan gempa dan tsunami ini harus diselesaikan sampai dengan akhir April ini harus sudah selesai. Alangkah senangnya kami di sini, karena pihak desa itu sangat berapresiasi sekali membantu kegiatan kami," tuturnya.



    Jadi, masih kata Kania, selanjutnya di sini ada beberapa kegiatan yang harus diselesaikan setelah kegiatan ini selesai. Di minggu depan itu akan ada kegiatan lagi mengenai nanti outputnya itu dokumen-dokumen seperti kajian mitigasi bencana.


    "Minggu depan itu masuk ke kegiatan mitigasi bencana, nanti peserta di sini baik forum ataupun relawan ikut melaksanakan kegiatan mengenai kegiatan mitigasi bencana," tutupnya.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini