• Jelajahi

    Copyright © JELAJAH HUKUM

    Afiliasi MPTG

    Banner IDwebhost

    PENDIDIKAN

    Setelah Adanya RESATA di Palabuhanratu, Destinasi Wisata Semua Terkelola Dengan Baik

    Selasa, 1/09/2024 11:42:00 AM WIB Last Updated 2024-01-09T04:51:43Z
    masukkan script iklan disini


    SUKABUMI, Jelajahhukum.id _ Setelah adanya Resata (Relawan sadar wisata) di Palabuhanratu, pengelola destinasi wisata semua terkelola dan termenej dengan baik. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Jayanti Nandang,S.Ag di tempat kerjanya, Senin (07/01/2024).


    Kepala Desa Jayanti Nandang,S.Ag mengatakan, pada saat menghadapi libur Nataru, kita Forkopimcam sudah mewanti-wanti dan mengingatkan semua pengelola wisata di wilayah Palabuhanratu sesuai pencerahan dari pak Camat Palabuhanratu.


    "Saya ingin sampaikan bahwa di wilayah kecamatan Palabuhanratu yang mengelola destinasi wisata semua terkelola dan termenej dengan baik, setelah adanya Resata (Relawan Sadar Wisata)," ucap Nandang.


    Nandang pun menjelaskan bahwa anggota dari Resata ini adalah kelompok masyarakat yang mengkhususkan diri terhadap pengelolaan wisata di masing-masing wilayah. Sampai kita pun membuat pemberitahuan melalui baliho, semua desa di daerah Palabuhanratu. Baik yang ada destinasi wisatanya maupun yang tidak mempunyai destinasi wisata membuat baliho tentang pemberitahuan Resata.


    "Isinya ada 3 hal yang paling substansi ketika Resata melalui sebaran baliho-baliho tersebut, yaitu Bagaimana cara nya menciptakan situasi bagi para pengunjung itu Geunah dan Tumaninah, serta mernah. Bagaimana menciptakan situasi para pribumi ini adalah masyarakat yang ada di sekitaran dan masyarakat yang ikut serta berpartisipasi di area wisata. Bagaimana pribumi ini bersikap ramah dan someah," terang Nandang 


    Tidak apdol ketika area wisata didalam nya tidak ada para penjual yang menyediakan makanan dan minuman, lanjut Nandang, bagaimana juga bagi para pedagang ini, baik di dorong pake roda atau pun yang melekat menggunakan kios-kios yang sudah kita sediakan itu menjual harga-harga itu diambang batas sangat kewajaran. Sehingga simbolnya adalah menjual harga yang wajar supaya mereka mendapatkan berkah.


    "Khusus untuk di wilayah wisata Batu Bintang Desa Jayanti saya mengucapkan dan mengapresiasi kepada arahan dari pak camat tentang Resata, sehingga dari group info dan WA group di area wisata yang tergabung di area wisata tersebut semuanya terpantau, dan apa yang di arahkan bisa terealisasi," paparnya.



    Untuk tahun ini, masih kata Nandang, alhamdulilah tidak ada satu pun wisatawan yang datang ke wilayah wisata Palabuhanratu yang mengeluhkan tentang harga. Kalau pun ada yang mengeluhkan tentang harga, saya yakin dan itu sempat muncul ke permukaan setelah di klarifikasi ternyata bukan wilayah Palabuhanratu, itu diluar Palabuhanratu.


    "Maka oleh karena nya dengan hadir nya Resata , dengan hadirnya Forkopimcam kemudian kami dibantu keamanan nya, kami dibantu oleh Polsek, kemudian dari koramil nya, kemudian dari sat pol airud nya dari balawisata, dari sat pol PP nya, kemudian tim kita dari desa masing-masing semua ikut serta mengamankan dan menyamankan wilayah wisata yang ada di daerahnya masing-masing," pungkasnya.


    (*one)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini